Thursday, August 17, 2023

Indera Penglihatan manusia

Mata merupakan alat optik karena memiliki lensa yang berfungsi menerima cahaya yang dipantulkan oleh benda di sekitar sehingga benda tersebut 'terlihat' oleh mata.

Alat optik adalah alat yang memanfaatkan sifat cahaya, hukum pemantulan, dan hukum pembiasan sifat cahaya.

Mata manusia memiliki lensa alami yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada retina. Lensa mata dapat berubah bentuk untuk melihat objek dengan jelas.

BAGIAN-BAGIAN MATA MANUSIA DAN FUNGSINYA


Kornea

Mata memiliki bentuk seperti bola dengan diameter ± 2,5 cm. Lapisan terluar mata disebut sklera yang membentuk putih mata, dan bersambung dengan bagian depan yang bening yang disebut kornea. Cahaya masuk ke mata melewati kornea. Lapisan kornea mata terluar bersifat kuat dan tembus cahaya. Kornea berfungsi melindungi bagian yang sensitif yang berada di belakangnya dan membantu memfokuskan bayangan pada retina.

Iris atau Selaput Pelangi

Setelah cahaya melewati kornea, selanjutnya cahaya akan menuju ke pupil. Pupil adalah bagian berwarna hitam yang merupakan jalan masuknya cahaya ke dalam mata. Pupil dikelilingi oleh iris, yang merupakan bagian berwarna pada mata yang terletak di belakang kornea.

Lensa Mata

Setelah melewati pupil, cahaya bergerak merambat menuju ke lensa. Lensa mata kamu berbentuk bikonvex (cembung depan-belakang), Seperti lensa pada kaca pembesar. Lensa mata bersifat fleksibel. Otot siliar yang ada dalam mata akan membantu mengubah kecembungan lensa mata. Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya menuju retina.

Retina

Cahaya yang melewati lensa selanjutnya akan membentuk bayangan yang kemudian ditangkap oleh retina
dan mengaturnya menjadi informasi visual yang kemudian dikirim ke otak melalui saraf optik. Retina merupakan sel yang sensitif terhadap cahaya matahari atau saraf penerima rangsang sinar (fotoreseptor) yang terletak pada bagian belakang mata. Retina terdiri atas dua macam sel fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel kerucut memungkinkan kamu melihat warna, tetapi membutuhkan cahaya yang lebih terang dibandingkan sel batang. Sel batang akan menunjukkan responsnya ketika berada pada tempat yang redup.

 OPTIKA MATA

 

Proses pembentukan bayangan pada retina mata.

  • Ketika mata relaks (tidak berakomodasi), lensa mata pipih sehingga jarak fokusnya paling besar, dan benda yang sangat jauh difokuskan di retina. 
  • Agar benda pada jarak berbeda dapat difokuskan dengan cara menebal dan memipihkan lensa mata (akomodasi mata) 
  • Bayangan yang terjadi di retina adalah nyata, terbalik, diperkecil.

JANGKAUAN PENGLIHATAN

 


Mata dapat melihat dengan jelas jika letak benda dalam jangkauan penglihatan, yaitu diantara titik dekat mata (punctum proximum) dan titik jauh mata (punctum remontum).

 

 GANGGUAN PADA INDERA PENGLIHATAN MANUSIA

Mata dikatakan mengalami cacat bila mata tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai indra penglihatan yang baik. Cacat mata terjadi jika titik jauh atau titik dekat bergeser.


1. RABUN JAUH (MIOPI)


Kondisi mata yang tidak dapat melihat benda benda jauh dengan jelas karena lensa mata tidak dapat memipih, sehingga bayangan terletak di depan retina.

Rabun jauh tetap melihat dengan jelas pada jarak normal yaitu 25 cm.

Penderita miopi menggunakan lensa cekung (-) untuk membantu bayangan kembali terbentuk tepat pada retina.

Contoh soal 

Seorang penderita rabun jauh (miopi) dengan titik jauh 100 cm ingin melihat benda yang sangat jauh. Berapa jarak fokus dan kuat lensa yang harus digunakan?

 

 

RABUN DEKAT (HIPERMETROPI)

Kondisi mata yang tidak dapat melihat benda benda dekat dengan jelas karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung, sehingga bayangan terletak di belakang retina.


Penderita hipermetropi menggunakan lensa cembung (+) untuk membantu bayangan kembali terbentuk tepat pada retina.

 

 

Contoh soal 

Seorang penderita rabun dekat (hipermetropi) dengan titik dekat 100 cm ingin membaca pada jarak baca normal (25 cm). Berapa jarak fokus dan kuat lensa yang harus digunakan?


PRESBIOPI

Presbiopi adalah kelainan mata yang disebabkan daya akomodasi mata sudah sangat berkurang.

Titik jauh mata makin mendekat, dan titik dekatnya makin menjauh sehingga tidak dapat melihat benda yang terlalu jauh, serta tidak dapat membaca pada jarak normal.

Mata presbiopi dapat ditolong dengan kacamata positif negatif atau kacamata rangkap

ASIGMATISME

Astigmatisme atau mata silinder adalah kondisi di mana mata mengalami penglihatan kabur dan berbayang karena bentuk kornea tidak cembung dengan sempurna. Asigmatisme merupakan cacat mata yang tidak dapat melihat garis vertikal dengan jelas.

Jika penderita astigmatisma melihat garis horizontal akan terlihat tajam. Karena bayangannya jatuh tepat pada retina. Sebaliknya, jika mereka melihat garis vertikal akan terlihat kabur. Sebab bayangannya jatuh di belakang retina.

Cacat mata ini disebabkan oleh lingkungan kornea mata yang tidak sempurna. Agar cacat mata dapat melihat dengan jelas garis vertikal, harus dibantu dengan kacamata berlensa silindris. Kacamata ini digunakan untuk memfokuskan garis vertikal, sehingga bayangan benda tepat jatuh pada retina mata.

TIPUAN MATA

 

 

Sunday, August 13, 2023

Materi Cahaya part 3 : Pembentukan bayangan pada cermin

 1. Cermin cekung 

Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bentuk melengkung ke dalam. Cermin cekung juga bisa diartikan sebagai cermin yang permukaannya memiliki bagian seperti bola sebelah dalam. 

 

Cermin cekung memiliki sifat yang mampu mengumpulkan cahaya atau konvergen yang juga disebut sebagai cermin positif.

Bentuk dari cermin cekung adalah berbentuk cekung atau melengkung ke dalam. Selain itu cermin cekung juga memiliki nama lain Konkaf.

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN CEKUNG

Untuk melukis/menggambar bayangan yang terbentuk pada cermin cekung, perlu diketahui terlebih dahulu bagian-bagian dari cermin cekung sebagai berikut :

 

 


Keterangan gambar:

M = titik pusat kelengkungan cermin
O = titik pusat optik (vertex)
F = titik api (titik fokus) cermin
OM = R = jari-jari kelengkungan cermin
OF = f = jarak titik api (jarak fokus), yang panjangnya ½ R
Perpanjangan OM = sumbu utama cermin


Nomor-nomor ruang:
O − F = ruang I
F − M = ruang II
M − (-~) = ruang III
O − (+~) = ruang IV
Ruang I, II, dan III adalah ruang di depan cermin
Ruang IV adalah ruang di belakang cermin 

Tiga berkas sinar istimewa  :

1.Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan menuju titik fokus (F) 


2.Sinar datang melelui titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama 


3.Sinar datang yang melalui pusat kelengkungan, dipantulkan kembali melalui pusat kelengkungan (M)
 

Misalkan : Sebuah benda terletak di ruang II cermin cekung seperti gambar :

 

Maka langkah untuk melukis bayangannya adalah :

1.  Gambarkan cermin cekung lengkap dengan bagian-bagiannya yaitu sumbu utama, titik fokus, titik kelengkungan atau 2F dan titik pusat kelengkungan dan tempatkan benda di ruang II

 

2.  Gambar salah satu sinar istimewa, misal "Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan menuju titik fokus (F) "

 

3. Tambahkan satu sinar istimewa, misal "Sinar datang melelui titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama"

 

4. Perpotongan kedua garis pantul dari sinar istimewa adalah letak bayangan. Gambar bayangan dengan titik perpotongan sebagai bagian atas (kepala)

 

Untuk benda di ruang II pada cermin cekung terbentuk bayangan di ruang ke III dengan sifat bayangannya nyata (karena di depan cermin), terbalik, diperbesar. 

Cobalah gambar dan tentukan sifat bayangan yang terjadi jika benda terletak di ruang I dan III !

2. Cermin cembung

Untuk melukis/menggambar bayangan yang terbentuk pada cermin cembung, perlu diketahui terlebih dahulu bagian-bagian dari cermin cekung sebagai berikut 

 P = pusat kelengkungan cermin
OR = jari-jari cermin (R)
O = pusat bidang cermin
F = titik api atau fokus cermin
SU = sumbu utama, yaitu garis yang menghubungkan pusat kelengkungan cermin (P) dengan pusat bidang cermin (O)

Nomor-nomor ruang:
O − F = ruang I
F −  R = ruang II
 R − (-~) = ruang III
 O − (+~) = ruang IV
Ruang IV adalah ruang di depan cermin 

Ruang I, II, dan III adalah ruang di belakang cermin
 

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN CEMBUNG 

Tiga berkas sinar istimewa
1.Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus (F) 


2.Sinar datang menuju titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama 


3.Sinar datang menuju pusat kelengkungan cermin, dipantulkan kembali seolah-olah berasal dari pusat kelengkungan (M) 


 Misalkan : Sebuah benda terletak di titik M cermin cembung seperti gambar :

 

 Maka langkah untuk melukis bayangannya adalah :

1.  Gambar salah satu sinar istimewa, misal "Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus (F) "


 2. Gambar sinar istimewa yang, dalam hal ini "sinar datang menuju ke titik pusat kelengkungan dipantulkan kembali seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan tersebut"

3. Titik pertemuan dua garis adalah posisi kepala bayangan.


Sifat bayangan yang terbentuk adalah selalu  Maya, tegak, diperkecil

3. Cermin datar    

Cermin datar adalah cermin yang memiliki permukaan datar seperti garis lurus. Bayangan benda yang dibentuk dari cermin datar memiliki ukuran dimensi ukuran (panjang + lebar) yang sama dengan dimensi benda.

 

Hukum pemantulan pada cermin datar:

“sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar” , ” sudut datang selalu sama dengan pantul”





Yang dilihat oleh wanita tersebut didalam cermin merupakan bayangan. Bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar bersifat maya karena tidak dapat ditangkap oleh layar.

 Melukis Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar

  • Lukis sinar pertama yang datang dari benda bagian atas menuju cermin dengan arah lurus (sudutnya = 0) dan lukis sinar pantulnya
  • Lukis sinar kedua yang datang dari benda bagian atas menuju ke cermin dan lukis sinar pantulnya sesuai hukum pemantulan, yaitu sudut datang = sudut pantul
  • Perpanjang sinar pantul dari langkah 1 dan 2 sehingga berpotongan di belakang cermin
  • Ulangi langkah 1-3 untuk sinar yang datang dari benda bagian bawah menuju cermin
  • Hubungkan perpotongan sinar pantul dari langkah 3 dan 4 sehingga terbentuk bayangan di belakang cermin 
Pembentukan bayangan pada cermin datar
 

 

 Sifat bayangan dari cermin datar:

  • besar bayangan sama dengan besar benda
  • jarak bayangan sama dengan jarak benda
  • benda dan bayangan simetrik terhadap bidang cermin
  • semu atau maya karena tidak dapat ditangkap dengan layar.
  • Bayangan cermin tertukar sisinya, artinya bagian kanan benda menjadi bagian kirinya. 

 
Susunan dua buah cermin datar dan jumlah bayangan yang terbentuk

 

jumlah bayangan dapat dihitung dengan persamaan berikut :

 

 Jika sudut yang terbentuk adalah 90 maka jumlah bayangan yang terbentuk adalah 3 bayangan

LATIHAN

Tentukan jumlah bayangan dari dua cermin yang membentuk sudut :
a.180
b.120
c.90
d.60
e.45
f.30

 

 

 

Saturday, August 12, 2023

PENGENALAN MIKROSKOP

Setelah belajar pengenalan sel dan bagian-bagiannya, kamu akan diperkenalkan pada alat yang dipergunakan untuk mengamati sel tersebut. Alatnya adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis).

Dalam Al Quran Surah Yunus Ayat 61 :

 

 “…Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit…” yang menjelaskan adanya benda yang tidak bisa dilihat tanpa bantuan alat. Alat yang dapat membantu manusia untuk melihat benda yang sangat kecil adalah mikroskop.  

Mikroskop berasal dari bahasa Yunani. Yaitu terdiri dari (kata MICRON = kecil dan SCOPOS = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata

 Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). 

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

 Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. 

Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan kondensor. 

Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. 

Lensa okuler bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler).

 

sumber : https://www.zegahutan.com

MIKROSKOP CAHAYA

Bagian-bagian Mikroskop Cahaya :

  1. Kaki Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana.
  2. Lengan Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
  3. Cermin. Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki). 
  4. Kondensor Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.  
  5. Diafragma Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor. 
  6. Meja preparat Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Di bagian tengah meja terdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan. 
  7. Tabung. Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 18X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif. 
  8. Lensa obyektif Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 4X, 10X, 40X, dan 100X.  
  9. Lensa Okuler Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 – 25 kali. 
  10. Pengatur Kasar dan Halus Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa objektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.

 Penggunaan Mikroskop  :

Hal-hal yang perlu diperhatikan bila menggunakan mikroskop 

  1. Selalu membawa mikroskop dengan dua tangan. 
  2. Bila menggunakan preparat basah, tabung mikroskop selalu dalam keadaan tegak, berarti meja dalam keadaan datar. Ini berlaku bagi mikroskop dengan Tabung tegak, tidak berlaku untuk mikroskop dengan Tabung miring 
  3. Preparat basah harus selalu ditutup dengan Gelas penutup saat dilihat di bawah mikroskop  
  4. Selalu menjaga kebersihan lensa-lensa mikroskop termasuk cermin. 
  5. Bila ada bagian mikroskop yang bekerja kurang baik/hilang segera laporkan kepada laboran. 
  6. Tidak dibenarkan melepas lensa-lensa mikroskop dari tempatnya.
  7. Setelah selesai menggunakan mikroskop, pasang lensa objektif dengan Perbesaran paling rendah pada kedudukan lurus ke bawah. 

 Langkah kerja mengamati suatu objek atau preparat dengan menggunakan mikroskop :

  1. Pastikan meja preparat dalam keadaan datar dan lensa objektif perbesaran rendah, dipasang pada kedudukan segaris sumbu dengan lensa okuler. 
  2. Melihat melalui okuler dengan satu mata (untuk mikroskop monokuler) dan dua mata (untuk mikroskop binokuler). Nyalakan lampu serta sesuaikan jumlah sinar yang diperlukan. Sesuaikan lubang diafragma sehingga sinar yang diterima mata optimal (tidak terlalu terang atau redup). Pastikan area lapang pandang dapat terlihat semua. 
  3. Jauhkan lensa objektif dari meja preparat dengan memutar pengatur kasar searah jarum jam. Letakkan preparat di bawah objektif. Dengan melihat dari samping, sesuaikan lensa objektif perbesaran rendah (lensa objektif 4x atau 10x) pada jarak kira-kira 1 cm dari preparat. Lihat lagi melalui okuler, dan turunkan meja preparat dengan pemutar kasar kemudian gunakan pengatur halus sampai preparat jelas terlihat. 
  4. Lihat lagi dari samping, tanpa menurunkan meja benda, dengan hati-hati putar objektif dengan perbesaran yang lebih tinggi (misalnya 40x) pada kedudukannya. Perhatikan agar lensa tidak menyingung preparat, Kemudian lihat lagi melalui okuler dan fokuskan preparat dengan memutar pemutar halus secara perlahan 4lastic berlawanan jarum jam. Sesuaikan pencahayaan. 5
  5. Amati preparat, apabila perlu digambar 
  6. Bila pengamatan telah selesai putar revolver objektif ke perbesaran rendah, naikkan tabung atau turunkan meja, setelah itu ambil preparat dari meja preparat.  

LANGKAH PENGGUNAAN MIKROSKOP :

    

 
1.Mengatur letak mikroskop
Mikroskop diletakkan dengan hati-hati di atas meja yang terjangkau badan pengamat (tidak terlalu ke tepi atau ke tengah). Mengatur kemiringannya (jika perlu) dengan memutar sambungan inklinasi agar pengamat nyaman melakukan pengamatan dalam waktu yang lama.
 

2. Memasang preparat di atas meja preparat 

3. Memutar revolver

4. Mengatur cahaya yang masuk.

5. Memilih perbesaran lensa objektif

Memilih lensa objektif dengan perbesaran yang sesuai dengan memutar revolver sampai terdengar bunyi “klik”.

6. Memutar pemutar kasar dan halus
Menurunkan tabung sampai berjarak 1 cm dari atas objek dengan pemutar kasar.

(sumber : https://colearn.id/tanya/2a054de2-a48c-420c-b23c-54fff8c71d1c/Perhatikan-gambar-berikutUrutan-langkah-cara-mengunakan-mikroskop-yang-benar-adalah)

 

LATIHAN

PERHATIKAN GAMBAR BERIKUT:

 

BUATLAH SUSUNAN LANGKAH YANG BENAR ! KERJAKAN LATIHAN DENGAN KLIK LINK INI (JANGAN LUPA TULIS NAMA BESERTA KELAS DI LEADERBOARD)


LATIHAN 

1. Pasangkanlah bagian - biagian mikroskop yang tepat berikut : https://wordwall.net/resource/60533705

 

TUGAS 2

1.  Tuliskan bagian-bagian mikroskop pada gambar berikut

2.  Urutkan gambar berikut sesuai langkah-langkah penggunaan mikroskop yang tepat

 

 

DAFTAR ISI

Click for Daftar Materi Kelas VII    Click for Daftar Materi Kelas VIII                                        Batasan materi asas ganjil 20...