Showing posts with label partikel. Show all posts
Showing posts with label partikel. Show all posts

Friday, July 16, 2021

RASIONALITAS DAN KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN IPA

Ilmu pengetahuan alam merupakan kumpulan pengetahuan sistematis yang diperoleh dari pengamatan, penelitian, uji coba yang mengarah pada suatu prinsip dasar dari sesuatu yang dipelajari atau diselidiki. Ilmu pengetahuan alam berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan haruslah menjadi alat untuk mencari solusi dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang dimana tantangan yang dihadapi tersebut berubah dan bertambah dari waktu ke waktu.

Ilmu pengetahuan alam berperan penting dalam kehidupan peserta didik sehingga diharapkan mereka di masa depan mampu menjaga diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitarnya, dan alam secara umum. Pembelajaran ilmu pengetahuan alam pada fase D merupakan pembelajaran tersendiri sehingga peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari perkembangan materi-materi fisika, biologi dan kimia yang diajarkan secara terpadu.

Pada proses pembelajaran IPA diharapkan pengalaman belajar peserta didik adalah memahami dan melakukan yang merupakan elemen utama dari pembelajaran IPA. Kedua elemen tersebut mencakup proses pembelajaran (termasuk sikap), produk, dan aplikasi sains dalam kehidupan sehingga peserta didik mempu memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah. Kedua elemen tersebut merupakan ukuran kompetensi pembelajaran IPA yaitu bagaimana peserta didik menggunakan pemahaman sains dan keterampilan proses serta sikap ilmiah untuk bermanfaat bagi lingkungannya.

Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari.

Pada elemen pemahaman IPA peserta didik diharapkan memiliki kompetensi berpikir ilmiah dengan pemahaman sains yang utuh dan menunjukkan keterkaitan antara biologi, fisika dan kimia. Pemahaman ini meliputi kemampuan berpikir sistemik, memahami konsep, hubungan antar konsep, hubungan kausalitas (sebab-akibat) serta tingkat hierarkis suatu konsep dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Pembelajaran IPA memiliki karakteristik tersendiri yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah. Dimana langkah-langkah ilmiah ini merupakan keterampilan proses yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik yang tercermin dari sikap ilmiah.

Alur tujuan pembelajaran yang dikembangkan dari capaian pembelajaran akan melatih sikap ilmiah peserta didik berupa keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis, terbuka, objektif, tidak mudah putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Dan sikap ilmiah ini dikaitkan dengan pembelajaran AIHES (kurikulum khusus SEKOLAH ISLAM ATHIRAH) dimana Alquran juga menjadi sumber belajar siswa sehingga dalam proses pembentukan sikap ilmiah tersebut diharapkan peserta didik memahami dirinya sebagai bagian dari lingkungan semesta yang merupakan ciptaan ALLAH SWT.



SUMBER BACAAN :


  • CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 
  • ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN IPA SMP, oleh: Isabella Napitupulu


Monday, May 31, 2021

Orang Baik vs Religius

 Akhir-akhir ini tersiar kabar yang menggemparkan, seorang oknum guru mengaji di Bekasi ketahuan telah memperkosa muridnya di masjid, tidak hanya sekali tapi berulang kali. Aksi tersebut diawali pelaku meminta janjian dengan muridnya melalui whatsapp, lalu menjemputnya. Setelah dijemput lalu dibawa ke masjid. Sepanjang perjalanan, sang murid diiming-imingi, akan diberikan ini dan itu, dibelikan mukena dan uang Rp 400 ribu. Setelah kejadian ini, aksi berikutnya berulang, tidak hanya sekali dua kali. Bukan hanya itu, terakhir, di beberapa platform berita digital, ramai memberitakan seorang oknum pendeta di Surabaya memperkosa anak di bawah umur.

Berita demikian tidak hanya satu dua yang melintas di siaran berita TV setiap harinya. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin seorang yang dikenal sangat memahami agama melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hal yang dipegangnya sebagai keyakinan.

Ternyata ada perbedaan yang cukup besar antara taat beribadah dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Taat beragama ternyata sama sekali tak menjamin perilaku seseorang. Berapa banyak yang kita temui, yang rajin mengikuti pengajian tetapi tak henti menyakiti orang lain. Atau yang berkali-kali menunakan ibadah haji tetapi juga melakukan korupsi di kantornya.

Menurut tulisan seorang di blognya berpendapat bahwa persoalan utamanya adalah pada kesalahan cara berpikir. Banyak orang yang memahami agama dalam pengertian ritual dan fiqih belaka. Dalam konsep mereka, beragama berarti melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan melagukan (bukannya membaca) Alquran. Padahal esensi beragama bukan disitu. Esensi beragama justru pada budi pekerti yang mulia.

Kedua, agama sering dipahami sebagai serangkaian peraturan dan larangan. Dengan demikian makna agama telah tereduksi sedemikian rupa menjadi kewajiban dan bukan kebutuhan. Agama diajarkan dengan pendekatan hukum, bukannya dengan pendekatan kebutuhan dan komitmen . Ini menjauhkan agama dari makna sebenarnya yaitu sebagai sebuah sebuah cara hidup (way of life), apalagi cara berpikir (way of thinking).

Agama seharusnya dipahami sebagai sebuah kebutuhan tertinggi manusia. Kita tidak beribadah karena surga dan neraka tetapi karena kita membutuhkannya secara rohani. Kita beribadah karena kita menginginkan kesejukan dan kedamaian batin. Kita berbuat baik bukan karena takut tapi karena kita tak ingin melukai diri kita sendiri dengan perbuatan yang jahat.

Hakekat beragama sebetulnya adalah berbudi luhur. Karena itu orang yang ''beragama'' seharusnya juga menjadi orang yang baik. Karena sesungguhnya agama adalah penyempurna akhlak. Seorang haruslah memiliki akhlak yang baik dan kemudian disempurnakan oleh agamanya.

Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa la haula wala quwwata illa billah


Sunday, May 2, 2021

BLIND SPOT

“Hati-hati dengan area Blind Spot. Anda tidak terlihat oleh supir”

Tulisan peringatan ini biasa kita lihat di belakang kendaraan-kendaraan yang tergolong kendaraan berat seperti truk, bus, atau kendaraan pengangkut BBM pertamina. Tulisan tersebut meminta kita yang ada di belakang kendaraan tersebut menghindari area blind spot yaitu area yang membuat kita terlindungi dari badan kendaraan tersebut, karena saking panjangnya, sehingga kita tidak terlihat oleh supir melalui kaca spionnya.

Dari susunan katanya blind spot berarti titik buta, yaitu titik dimana kita tidak bisa melihat objek tertentu karena di luar jangkauan penglihatan kita atau karena tertutupi sesuatu. Di jalan raya, titik buta atau blind spot merupakan area di sekitar kendaraan di mana pengemudi tidak dapat melihat kendaraan lain pada saat berkendara, baik dari kaca spion maupun kaca samping kendaraan. Menurut berbagai sumber, setiap kendaraan memiliki blind spot yang berbeda-beda. Seperti misalnya truk, beberapa area di sekitar truk yang termasuk dalam blind spot adalah area 2 meter di depan truk, area 3 meter di sisi kiri truk, sepanjang badan di sisi kanan truk, dan area 3 meter di belakang truk. Dan yang paling berbahaya tentunya adalah di area belakang truk.


Istilah blind spot tidak hanya digunakan di jalan raya. Pada tubuh kita pun ada area-area tertentu yang bisa disebut blind spot seperti area sekitar telinga kita, yang tidak bisa terlihat kecuali dengan bantuan cermin.

Blind Spot yang berarti titik buta ini juga diartikan sebagai “area” atau bagian diri kita yang tidak kita sadari. Seorang motivator langganan di salah satu stasitun radio terkenal pernah mengatakan di salah satu acaranya bahwa setiap orang memiliki area blind spot. Area tersebut tidak dapat dilihatnya tetapi orang lain bisa melihatnya. Itulah pentingnya bagi kita, menurut beliau, untuk meminta dan mendengarkan pendapat orang lain mengenai kita di area-area titik buta tersebut. Area-area titik buta ini tidak hanya pada kelemahan-kelemahan yang tidak terlihat tapi juga beberapa orang tidak mampu melihat area kelebihannya. Area tersebut biasanya tidak terlihat atau malah tertutupi oleh percaya diri yang terlalu tinggi atau sebaliknya.

Adalah anugrah bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Ini bertujuan agar manusia dapat saling berbagi kekuatan dan saling menutupi kelemahan dalam menghadapi situasi tertentu. Tapi Sebagian besar dari kita lebih menyadari kelebihan dibanding kelemahan kita. Dan hal yang paling mudah bisa dilakukan oleh seseorang adalah melihat kekurangan orang lain. Sebaliknya, tidak semua orang bisa melihat dan menyadari kekurangannya. Itulah kita memerlukan pendapat orang lain dalam melihat diri kita terutama di bagian yang tidak dapat kita lihat sendiri.

Seperti kita tidak bisa melihat telinga kita tapi bisa dilihat orang lain, seperti itulah perumpamaan area titik buta dalam diri kita. Terkadang kita perlu mendengarkan pendapat dan penilaian orang lain atau sesekali kita perlu bercermin.


Sumber bacaan :


 


Sunday, March 21, 2021

WAKTU

 



Waktu selalu jadi bahasan yang menarik ketika masa belajar dulu. Saat berdebat tentang waktu, kami pun menghabiskan banyak ‘waktu’ itu sendiri. Waktu, menurut KBBI (1997), adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Waktu menurut Fisika dinyatakan dalam skala. Skala waktu merupakan interval dari dua keadaan atau kejadian, dan dinyatakan sebagai angka yang terukur. Sedangkan waktu dalam perspektif islam juga merupakan bahasan penting. Agama Islam telah memberikan banyak penjelasan mengenai pentingnya memuliakan waktu. Dijelaskan dalam beberapa ayat Al quran bahwa : “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf/7:34). Dalam pembelajaran Bahasa Inggris kata waktu dikategorikan sebagai kata benda, yaitu uncountable noun. Hal ini sejalan dengan pemahaman waktu dalam islam bahwa waktu adalah ‘sesuatu’ yang diciptakan, yang kemudian memunculkan perdebatan mengenai yang mana yang duluan diciptakan oleh Allah SWT, apakah waktu atau ruang.

Waktu dalam dunia fiksi juga menjadi topik menarik yang mengundang banyak peminat. Banyak judul karya fiksi yang menceritakan penjelajahan waktu diantaranya The Time Machine, Back to The Future, Days of Future Past, dan yang paling fenomenal, The Terminator, karena dibuat di tahun 1984 , dimana teknologi efek visual dalam perfilman belum secanggih sekarang, tapi mampu menjelaskan penjelajahan waktu ke masa depan dengan rapi. Banyaknya cerita yang muncul mengenai penjelajahan waktu, tidak hanya ke masa lalu tapi ke masa depan menunjukkan besarnya keinginan manusia (dalam khayal) untuk mengendalikan waktu.

Waktu dalam teori konspirasi juga jadi bahasan yang ramai. Banyak yg percaya adanya time traveler yang berkeliaran di sekitar kita. Beberapa yang datang dari masa lalu dipercaya kemudian akan membawa ilmu dan peradaban di masa sekarang dan kemudian akan menirunya di masanya. Dan yang datang dari masa depan dipercaya membawa peringatan dari masanya untuk orang-orang di masa kini. Ada yang mengakui dirinya secara langsung, seperti Noah yang mengakui dirinya datang dari 2028 di sebuah saluran youtube dan menunjukkan buktinya. Beberapa percaya beberapa menganggapnya sebagai mitos.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Nostradamus_by_Cesar.jpg/220px-Nostradamus_by_Cesar.jpg



Pada abad ke 16, seorang bernama Michel de Nostradamus, seorang dokter dan ahli astrolog, menggemparkan orang-orang di masanya karena setiap perkataannya akan masa yang akan datang (ramalan Nostradamus) tidak pernah meleset. Seperti saat meramalkan kemunculan seorang Hitler,perang dunia II, dan serangan terror 11 September. Bahkan pandemi di masa ini telah diramalkan oleh Nostradamus. Dalam bukunya, Les Propherties terbit tahun 1955 yang berisi ribuan ramalan tentang masa depan, Nostradamus menjelaskan bahwa di tahun 2021 akan muncul senjata biologis seperti virus yang mengubah manusia menjadi zombie, menyebabkan kepunahan manusia dalam waktu singkat.”

Nostradamus menurut teori konspirasi dipercaya sebagai seorang time traveller yang mampu melintasi waktu sehingga menjadi penjelasan paling mungkin mengapa sang peramal mampu menulis setiap kejadian di masa yang akan datang dengan rinci dan tepat.

Beberapa dari kami dalam sebuah diskusi waktu itu sependapat, bahwa muculnya teori-teori tentang seseorang yang mampu menjelajahi waktu berawal dari rasa penyesalan dari tiap manusia. Bahwa setiap manusia pasti akan selalu menyesali waktu yang berlalu, sebaik apapun ia telah melaluinya. Sebagaimana Allah swt bersumpah, “ Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”


Maros, Maret 2021



SUMBER BACAAN :

  • Wikipedia.org/waktu
  • wartaekonomi.co.id
  • Time travel for Nostradamus by Paul TE Cusack, Reasearch and Reviews : Journal of Statistics and Mathematical Sciences




DAFTAR MATERI POKOK (Sub) KELAS VIII 2026 - 2027

 1 . SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN, FUNGSI, SERTA KELAINAN YANG MUNCUL PADA SISTEM ORGAN Pengenalan Sel dan Mikroskop   ORGANEL SEL D...