1. Tekanan Air di Kedalaman
Air memberikan tekanan pada setiap benda yang berada di dalamnya. Semakin dalam posisi seseorang berada di dalam air, semakin besar tekanan yang diterima tubuh. Tekanan ini disebut tekanan hidrostatis, yang rumusnya:
Artinya, semakin besar kedalaman (), semakin besar pula tekanan air yang dirasakan tubuh.
2. Pengaruh Tekanan Air terhadap Organ Tubuh
-
Telinga
Telinga bagian dalam sangat sensitif terhadap perubahan tekanan. Pada kedalaman tertentu, tekanan air dapat menyebabkan nyeri atau sakit telinga. Hal ini terjadi karena gendang telinga terdorong oleh perbedaan tekanan antara luar dan dalam telinga. -
Paru-paru
Paru-paru berisi udara. Semakin dalam, udara dalam paru-paru akan tertekan dan volumenya mengecil (sesuai hukum Boyle: tekanan berbanding terbalik dengan volume). Jika tidak hati-hati, bisa terjadi kesulitan bernapas atau bahkan risiko paru-paru kolaps. -
Pembuluh darah
Tekanan air yang tinggi juga memengaruhi sirkulasi darah. Pada penyelaman dalam, tubuh bisa mengalami penyempitan pembuluh darah dan gangguan sirkulasi.3. Adaptasi dan Pencegahan
Untuk menghindari gangguan akibat tekanan air:
-
Membiasakan telinga dengan cara menelan atau meniup perlahan melalui hidung sambil menutup mulut (manuver valsava) agar tekanan dalam telinga seimbang.
-
Mengatur pernapasan saat menyelam agar paru-paru tidak bekerja terlalu keras.
-
Menggunakan peralatan selam (seperti tabung oksigen dan masker khusus) untuk menjaga suplai udara.
Tidak menyelam terlalu dalam tanpa latihan khusus, karena tubuh manusia punya batas toleransi terhadap tekanan air.
Semakin dalam seseorang berada di dalam air, semakin besar tekanan yang diterima tubuh. Tekanan ini terutama memengaruhi telinga, paru-paru, dan sistem peredaran darah. Oleh karena itu, penyelam harus berhati-hati, memahami prinsip tekanan air, serta menggunakan peralatan dan teknik yang tepat agar tetap aman.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.