Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman dalam jumlah tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki rasa, aroma, warna, tekstur, penampilan, daya simpan, atau kualitas makanan.
Zat aditif dapat berasal dari bahan alami maupun bahan buatan (sintetis).
Contoh :
Fungsi Zat Aditif
Secara umum, zat aditif digunakan untuk:
- Memperbaiki rasa
- Memberikan atau memperbaiki warna
- Memberikan aroma tertentu
- Memperbaiki tekstur
- Mempertahankan kualitas makanan
- Memperpanjang daya simpan
- Menjaga kestabilan makanan
- Meningkatkan penampilan makanan
Jenis-Jenis Zat Aditif
Pemanis adalah zat yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman untuk memberikan rasa manis.
Pemanis dibedakan menjadi pemanis alami dan pemanis buatan.
Pemanis alami berasal dari tumbuhan atau sumber alami lainnya.
| Pemanis | Sumber | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Gula tebu | Tebu | Minuman, kue |
| Gula aren | Nira pohon aren | Kue, minuman |
| Gula kelapa | Nira kelapa | Makanan tradisional |
| Madu | Lebah | Minuman, makanan |
| Stevia | Daun stevia | Minuman |
B. Pemanis buatan
Pemanis buatan merupakan pemanis yang dibuat melalui proses tertentu dan umumnya memiliki tingkat kemanisan yang tinggi sehingga digunakan dalam jumlah kecil.
Contohnya:
- Aspartam
- Sakarin
- Sukralosa
- Acesulfame-K
Pemanis intensitas tinggi banyak digunakan pada produk tertentu, termasuk beberapa produk yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan gula.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Teh manis → gula → memberikan rasa manis.
Pewarna makanan adalah zat yang ditambahkan untuk memberikan atau memperbaiki warna makanan dan minuman sehingga tampak lebih menarik.
Pewarna dibedakan menjadi pewarna alami dan pewarna buatan
Pewarna alami berasal dari bahan alam.
| Bahan | Warna yang dihasilkan |
|---|
| Kunyit | Kuning |
| Daun pandan | Hijau |
| Daun suji | Hijau |
| Buah bit | Merah/ungu kemerahan |
| Bunga telang | Biru |
| Karamel | Cokelat |
Pewarna sintetis dibuat melalui proses industri dan digunakan dalam jumlah yang diizinkan untuk pangan.
Contohnya antara lain:
- Tartrazin
- Sunset Yellow FCF
- Allura Red AC
- Brilliant Blue FCF
Pewarna yang digunakan pada makanan harus merupakan pewarna yang memang diperbolehkan untuk pangan. Tidak semua zat pewarna aman jika digunakan dalam makanan.
Permen berwarna merah → pewarna makanan → membuat produk tampak lebih menarik.
3. PENGAWET
Pengawet adalah zat yang digunakan untuk membantu menghambat kerusakan makanan sehingga makanan dapat memiliki daya simpan lebih lama.
Kerusakan makanan dapat disebabkan oleh:
- Mikroorganisme
- Reaksi kimia
- Oksidasi
- Aktivitas enzim
Beberapa bahan alami dapat membantu mengawetkan makanan.
Contohnya:
- Garam
- Gula
- Cuka
- Rempah-rempah tertentu
Ikan asin → garam → membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Selai → gula → membantu mengurangi ketersediaan air bagi mikroorganisme.
Contoh pengawet yang digunakan pada pangan antara lain:
- Natrium benzoat
- Kalium sorbat
- Kalsium propionat
Penggunaannya harus sesuai dengan jenis pangan dan batas yang ditetapkan oleh peraturan keamanan pangan.
Beberapa bahan kimia yang bukan untuk pangan dapat sangat berbahaya jika digunakan pada makanan.
Contohnya:
- Formalin
- Boraks
Formalin digunakan antara lain sebagai bahan pengawet spesimen dalam bidang tertentu, sedangkan boraks digunakan untuk berbagai keperluan nonpangan. Keduanya bukan bahan tambahan pangan yang boleh digunakan untuk mengawetkan makanan.
Penyedap atau penguat rasa adalah bahan yang digunakan untuk meningkatkan atau memperkuat cita rasa makanan.
Contohnya:
- Bawang putih
- Bawang merah
- Merica
- Cabai
- Jahe
- Kaldu dari bahan makanan
- Rempah-rempah
Salah satu penguat rasa yang sangat dikenal adalah:
Monosodium glutamate (MSG)
MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat dan memberikan cita rasa umami.
MSG digunakan pada berbagai makanan, seperti:
- Sup
- Mi
- Makanan ringan
- Bumbu masakan
Penggunaan MSG dalam makanan perlu mengikuti ketentuan penggunaan bahan tambahan pangan yang berlaku.
TUGAS PENGAMATAN
Siswa dapat:
- Mengidentifikasi zat aditif dalam makanan.
- Mengelompokkan zat aditif berdasarkan fungsinya.
- Menjelaskan fungsi zat aditif.
- 2–3 kemasan makanan/minuman.
- Buku catatan.
- Alat tulis.
- Lembar pengamatan.
- Apa saja zat aditif yang ditemukan?
- Mana yang termasuk pemanis?
- Mana yang termasuk pewarna?
- Mana yang termasuk pengawet?
- Mana yang termasuk perisa?
- Apa fungsi masing-masing zat?
- Mengapa produsen menggunakan zat tersebut?
- Apa yang dapat kita lakukan agar menjadi konsumen yang cerdas?
“Zat aditif tidak selalu berbahaya. Kenali jenisnya, pahami fungsinya, baca labelnya, dan gunakan atau konsumsi makanan secara bijak.”
No comments:
Post a Comment